Home Berita Gusnan Teken MoU Dengan Bank Indonesia Kembangkan Budidaya Ikan

Gusnan Teken MoU Dengan Bank Indonesia Kembangkan Budidaya Ikan

76
0

Bengkulu Selatan – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu menandatangani Nota Kesepemahanan tentang Pengembangan Budidaya Ikan Air Tawar di wilayah tersebut. Ini merupakan langkah awal pengembangan sektor perikanan yang diinisiasi oleh Plt Bupati Gusnan Mulyadi.

“Adanya kerjasama ini merupakan bentuk keberpihakan saya kepada para petani ikan. Sebagaimana diketahui sebelumnya, untuk menyelamatkan ribuan hektare sawah di hilir wilayah ini (Kecamatan Air Nipis -red) terpaksa menertibkan para petani ikan KAD sehingga membuat para petani ikan merasa tidak nyaman,” ujar Gusnan.

Gusnan mengaku hal itu dilakukannya agar tidak lagi terjadi penyusutan lahan sawah di Bengkulu Selatan. Sebagaimana diketahui Kabupaten Bengkulu Selatan telah kehilangan 1.200 lahan sawah yang sudah beralih fungsi menjadi lahan perkebunan sawit atau perumahan. Salah satu penyebabnya yakni lahan sawah sudah tidak teraliri air karena kalah bersaing dengan kebutuhan air kolam air deras.

“Untuk itu saya terus dibayang-bayangi dengan permasalahan kolam air deras ini. Saya pikir jika tanpa solusi maka penertiban yang saya lakukan dapat membunuh para petani ikan. Dan hal itu tidak seharusnya terjadi. Saya pikir justru para petani ikan harus berkembang pesat dan lebih maju dari saat ini. Maka dari itu harus ada sebuah inovasi agar petani ikan tetap berjalan tanpa merusak tatanan irigasi,” ungkap Gusnan.

Ditengah kegalauannya tersebut, salah satu anggota DPR RI, Anarulita Muchtar mengajak dirinya, berdiskusi dengan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Endang Kurnia, untuk mencari solusi dari permasalahan yang terjadi antara pekolam air deras dan para petani padi di Bengkulu Selatan.

“Hasil diskusi itu munculah gagasan untuk membuat percontohan bagaimana mengelola kolam yang baik sehingga pendapatan petani kolam meningkat dengan penurunan cost produksi dengan penanganan pakan dan juga membina para petani ikan untuk membuat skill yang lebih dalam berbisnis dalam berusaha di bidang budidaya ikan ini,” ujar Gusnan.

Berikutnya, sambung Gusnan, dengan kerjasama ini pihaknya berusaha untuk pengembangan pemasaran dari hasil produksi petani ikan. Saat ini, sebut Gusnan, pemasaran ikan di Bengkulu Selatan, belum pernah masuk skala industri walaupun itu industri sederhana.

“Nah, hadirnya BI dengan program pembinaan dan pembiayaan adanya kerjasama dengan pihak Kemendes PDTT serta PT CPP untuk pengembangan budidaya ikan Patin di Bengkulu Selatan. Diharap dapat mengurangi cost produksi dari pengelolaan budidaya ikan bagi para petani ikan,” ungkap Gusnan.

Dengan mengkolaborasikan dua program sekaligus yakni program BI dengan pembinaan dan pembiayaan pengelolaan KAD nya dan Kemendes-PDTT serta PT. CPP dengan kerjasama budidaya ikan Patin di Bengkulu Selatan, hasilnya nanti bisa masuk skala industri bahkan ekspor.

“Sehingga bisnis ikan di Bengkulu Selatan ini menjadi sebuah bisnis yang berkelanjutan sampai bisa diwariskan kepada anak cucu,” tegas Gusnan.

Gusnan meyakini dua program tersebut dapat meningkatkan taraf hidup dan meningkatkan kesejahteraan para petani ikan di Bengulu Selatan dan menyelamatkan ribuan hektar lahan sawah di Bengkulu Selatan. Walaupun upaya pengembangan budidaya ikan Patin yang digagas bersama Kemendes PDTT dan PT. CPP terkendala dengan pendanaan lantaran tidak mendapat dukungan dari pihak legislatif. Namun, dirinya mengklaim hal itu tidak mematah semangat dirinya dalam berupaya mengembangkan budidaya ikan air tawar khususnya Patin di Bengkulu Selatan.

“Adanya kerjsama ini merupakan sebuah upaya yang dilakukan sebagai bukti keberpihakan kita kepada masyarakat,” ujarnya.

Dengan adanya dukungan dari pihak BI, Kemendes PDTT dan PT. CPP serta masyarakat khususnya para petani ikan di Bengkulu Selatan, Gusnan meyakini program pengembangan budidaya ikan air tawar sukses, walaupun tanpa dukungan dari pihak legislatif.

“Jadi bersama dengan ditandatangani kesepakatan ini menjadi awal kesejahteraan bagi para petani ikan di Bengkulu Selatan. Nah, saya harap 20 petani yang dibina dengan program ini tidak hanya mengembangkan ikan nila namun juga mengembangkan ikan patin. Ya, misalnya ada 10 kolam, dibagi dua. Lima kolam untuk ikan Nila dan lima lagi untuk ikan Patin,” pungkas Gusnan.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu, Endang Kurnia mengatakan, kerjasama antara pihaknya dengan Pemkab Bengkulu Selatan, tujuan utamanya yakni bagaimana pengelolaan akses modal dan pemasaran, untuk menekan biaya pakan dari budidaya ikan air tawar bagi para petani ikan KAD di Bengkulu Selatan agar lebih terjangkau. Yang mana 65 persen dari biaya produksi dihabiskan oleh cost pakan.

Selanjutnya, pihaknya akan membina bagaimana cara meningkatkan produktifitas air tawar sebagai media budidaya ikan air tawar. Lalu memfasilitasi penangkaran bibit ikan dan membuat pakan ikan yang berbahan baku lokal serta memfasilitasi akses modal dan akses pemasaran bagi para petani ikan air tawar.

“Dengan begitu tentunya dapat mengurangi sejumlah biaya produksi dari budidaya ikan air tawar ini,” ujarnya. (MC Bengkulu Selatan)