Home Berita Tidak Hanya Akses Modal, Bank Indonesia Siap Fasilitasi Hal Ini

Tidak Hanya Akses Modal, Bank Indonesia Siap Fasilitasi Hal Ini

53
0

Bengkulu Selatan – Penandatanganan Nota Kesepahaman atau MoU yang terjalin antara pemerintah daerah Bengkulu Selatan dengan Bank Indonesia perwakilan Provinsi Bengkulu terkait pengembangan sektor budidaya perikanan air tawar menghasilkan beberapa poin kesepakatan.

Kepala perwakilan Bank Indonesia Endang Kurnia menjelaskan selain akses permodalan dan pemasaran ada beberapa tujuan yang coba pihaknya terapkan dalam investasi pengembangan budidaya ikan di Bengkulu Selatan.

Poin pertama peningkatan kemampuan pelaku usaha tentang teknik budidaya perikanan yang baik dengan cara mendatangkan tenaga ahli dari universitas yang ada di Indonesia seperti IPB, Padjajaran atau UGM. Kedua, meningkatkan produktivitas air tawar. Ketiga, fasilitas penangkaran bibit ikan air tawar. Keempat, pembuatan pakan ikan berbasis bahan baku lokal. Dan yang terakhir ialah bagian terpenting yakni akses modal dan pemasaran produksi.

“Bank Indonesia ingin semua pihak bergerak dan bergandeng tangan, baik itu pihak masyarakat pekolam, pemerintah daerah melalui dinas perikanan. Karena, kita tidak bisa menjalankan program ini secara sendiri-sendiri,’’ ujar Endang.

Intinya, lanjut Endang, pihaknya siap membantu program pengembangan budidaya ikan. Dengan catatan, model pembinaan Bank Indonesia ini biasanya dimulai dari proyek kecil untuk kemudian dikembangkan lebih besar lagi dengan jangka watu minimum 3 tahun kerjasama. Artinya pihaknya serius memberikan investasi asal pihak yang dibantu juga menyeriusi program yang dikembangkan.

“Pada dasarnya bukan permodalan yang terkadang menjadi kendala utama, namun lebih ke karakter masyarakat itu sendiri, sudah dibantu tapi bertingkah. Jika yang dibantu bandel, maka kami tinggalkan,’’ tegas Endang.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Bupati Bengkulu Selatan, Gusnan Mulyadi, mengaku sangat bersyukur dengan adanya investasi dana sebesar Rp 1 Miliar dari pihak Bank Indonesia yang bersedia membina dan membiayai pilot project pengembangan ikan Patin.

“Kita yakin dengan kolaborasi kerjasama Pemerintah Daerah, PT.CPP dan Bank Indonesia akan menghasilkan sebuah manfaat yang luar biasa baik itu untuk keberlangsungan lahan persawahan dan sentra budidaya kolam air deras,” harap Gusnan.

Harapannya pilot project pengembangan patin ini dapat berjalan baik, kerjasama antar lini terus berjalan. Sehingga tujuan dari pengembangan budidaya perikanan air tawar ini dapat tercapai. (MC Bengkulu Selatan)