Home Berita Dukung Program Pemkab, TNI Bersih Pantai

Dukung Program Pemkab, TNI Bersih Pantai

238
0
Kegiatan bersih pantai dilakukan Kodim 0408 BS-Kaur beberapa waktu lalu (Herdi/MC Bengkulu Selatan)

Bengkulu Selatan – Mendukung program kebersihan yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan. Komando Distrik Militer (Kodim) 0408 BS-Kaur, melaksanakan kegiatan Karya Bakti kebersihan objek wisata pantai Pasar Bawah, Jumat (7/12/2018).

Diketahui volume sampah yang menumpuk di bibir pantai Pasar Bawah cukup banyak, mengingat lokasi pantai yang sangat dekat dengan muara sungai Air Manna. Selain itu kebiasaan buang sampah di sungai oleh oknum masyarakat masih sering terjadi.

Kegiatan ini digelar dalam rangka Peringatan Hari Juang Kartika 2018. Sebanyak 370 orang dari unsur Kodim 0408 BS-Kaur, Polres Bengkulu Selatan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Satpol PP, Camat Pasar Manna, FKPPI serta perwakilan OPD di Bengkulu Selatan, berpartisipasi melakukan kebersihan salah satu objek wisata unggulan di Bengkulu Selatan itu.

Komandan Kodim (Dandim) 0408 BS-Kaur Letkol Arm Hemansyah melalui Perwira Seksi Teritorial Kapten Inf Zainuddin mengatakan, kegiatan Karya Bakti Hari Juang Kartika 2018 yang digelar sebagai bentuk peduli lingkungan. Selain itu, kegiatan digelar untuk meningkatkan kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi dasar dan motivasi kedepan khususnya bagi masyarakat dan pemerintah untuk lebih meningkatkan lagi program kebersihan di lokasi objek wisata. Khususnya pantai Pasar Bawah ini,” ujar Pasi Ter.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Bengkulu Selatan, Erwin Muchsin mengaku pihakya terus berupaya menjaga kebersihan seluruh wilayah Bengkulu Selatan. Termasuk kawasan objek wisata unggulan yang salah satunya yakni pantai Pasar Bawah. Dia tidak menampik kawasn pantai Pasar Bawah yang saat ini dipenuhi sampah.

“Solusinya kedepan kami berencana menempatkan petugas kebersihan dilengkapi dengan peralatan angkut untuk menjaga kebersihan pantai. Sejatinya sampah yang ada saat ini bukan lagi dari pengunjung atau masyarakat sekitar. Namun ranting atau potongan kayu yang terbawa arus sungai menuju muara dan akhirnya kembali terbaw ombak ke tepi pantai sehingga menyebabkan pantai dipenuhi sampah potongan dari kayu dan bambu,” demikian Erwin. (MC Bengkulu Selatan)