Home Berita Plt Bupati: Kepala Desa Harus Tegas Soal Ternak

Plt Bupati: Kepala Desa Harus Tegas Soal Ternak

500
0
(Asep/MC Bengkulu Selatan)

Bengkulu Selatan – Seluruh kepala desa diminta tegas dalam upaya menangani permasalahan ternak liar yang berkeliaran di wilayah desa masing-masing. Demikian disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bengkulu Selatan, Gusnan Mulyadi dihadapan sejumlah kades pada kegiatan Gerakan Tanam Jagung dan Sosialiasai Penertiban Hewan Ternak, di Desa Padang Jawi Kecamatan Bunga Mas, Selasa (11/12/2018).

Hal tersebut disampaikan Gundul, sapaan akrab Gusnan Mulyadi, sehubungan dengan program Ternak Wajib Kandang pada 2019 mendatang. Targetnya, tidak ada lagi ternak berkeliaran di seluruh wilayah Bumi Sekundang Setungguan ini.

Nah, agar program tersebut terlaksana dengan baik. Maka diimbau kepada pihak pemerintah desa agar membuat Peraturan Desa (Perdes) tentang penertiban ternak di wilayah pemerintahan masing-masing.

“Kita harus tegas dalam hal penertiban ternak ini. Kalau tidak tegas kapan lagi kita akan berubah,” tegas Gusnan.

Menertibkan ternak sambungnya, adalah perkara mudah. Bahkan boleh dikatakan tidak membutuhkan anggaran. Menurut Gusnan, untuk mewujudkan hal itu yang dibutuhkan hanya kekompakan seluruh pihak.

Untuk itu dia berharap dengan difasilitasi pihak kecamatan agar seluruh desa di wilayah pemerintahan masing-masing mau membuat perdes ternak. Selanjutnya, pemerintah desa membuat surat edaran yang disebar kepada masyarakat terkait adanya perdes tersebut.

Sanksi –sanksinya juga harus tegas dan dapat menimbulkan efek jera di masyarakat. Namun, untuk merancang itu dilakukan musyawarah desa terlebih dahulu.

Dengan begitu, akan sedikit meringankan beban kerja dari Satpol PP sebagai penegak Perda di Bengkulu Selatan. Jangan berharap pihak Satpol PP akan datang setiap hari ke desa atau wilayah kecamatan untuk melakukan penertiban ternak. Satpol PP hanya menerima laporan.

“Kalau warga benci dengan aturan yang dibuat. Alamatkan kebencian itu dengan saya. Dan saya siap bertanggung jawab dunia dan akhirat saat apa yang telah diputuskan itu adalah perbuatan dosa,” tegas Gusnan.

Menurut Gusnan, banyak hal positif dengan terwujudnya program tersebut. Diantaranya, para petani jadi lebih nyaman dan tidak khawatir dengan adanya gangguan dari hewan ternak pada lahan pertanian masing-masing dan menghilangkan rasa takut bagi warga untuk bertanam pada lahan pekarangan mereka.

Dengan adanya penyampaian Gusnan tersebut, Gusnan mencanangkan untuk tidak ternak liar di Kecamatan Bunga Mas. Dia berharap dan meyakini Bunga Mas adalah kecamatan yang bebas ternak liar di Bengkulu Selatan.

“Apabila prestasi itu tercapai kami dari pemerintah daerah akan memberikan reward kepada wilayah Kecamatan yang sudah mencanangkan bebas ternak liar di wilayah pemerintahan masing-masing,” demikian Gusnan. (MC Bengkulu Selatan)