Home Berita Kasus DBD Naik, Dinkes : Fogging Bukan Solusi, Tapi PSN

Kasus DBD Naik, Dinkes : Fogging Bukan Solusi, Tapi PSN

88
0

Bengkulu Selatan – Sejak Januari hingga Maret ini dilaporkan sebanyak 43 kasus suspect DBD di Bengkulu Selatan. Kepala Dinas Kesehatan Bengkulu Selatan, M. Redwan Arif didampingi Kabid P2P, Elfa Sari, mengakui jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan tahun lalu.

“Memang ada peningkatan dibandingkan tahun lalu. Kalau tahun lalu sampai akhir tahun sebanyak 71 kasus,” sebut Elfa.

Dikatakan Elfa, meski ada peningkatan jumlah pasien DBD, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan belum mengubah status penanganan DBD menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB). Kenaikan jumlah pasien DBD ini berbarengan dengan siklus lima tahunan angka DBD. Umumnya, terjadi peningkatan jumlah pasien DBD di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk di Bengkulu Selatan, dalam rentang waktu lima tahun.

“Beberapa kecamatan seperti Kota Manna, Manna masih menempati kawasan dengan jumlah pasien DBD terbanyak di Bengkulu Selatan,” beber Elfa.

Oleh sebab itu, dia mengajak semua pihak meningkatkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Kalau hanya fogging itu tidak menyelesaikan masalah sampai akarnya. Gerakan yang efektif itu pemberantasan sarang nyamuk, gerakan 3 M plus.

“Maka dari itu perlu ditekankan disini fogging bukan utk mencegah DBD karena fogging itu hanya membunuh nyamuk dewasa, fogging juga berbahaya utk kesehatan pada dasarnya. Jadi kita sebaiknya melakukan pemberantasan sarang nyamuk untuk memberantas jentik jentik nyamuk, terutama pada musim hujan PSN harus ditingkatkan,” pungkas Elfa. (MC Bengkulu Selatan)