Home Berita Dinkes dan BPOM Pastikan Takjil di BS Aman

Dinkes dan BPOM Pastikan Takjil di BS Aman

394
0

Bengkulu Selatan –Sebanyak 44 sampel dari tiga lokasi penjualan takjil di Kabupaten Bengkulu Selatan, diambil oleh tim gabungan yang terdiri dari Dinas Kesehatan Bengkulu Selatan, BPOM Bengkulu dan Dinas Perindagkop – UM Bengkulu Selatan, Sabtu (11/5/2019) sore.

Tim gabungan menyasar tiga lokasi. Yakni Pasar Ampera, Tebat Rukis dan Pasar Kutau. Pengambilan sampel untuk memastikan kandungan zat yang ada di dalam tajil apakah aman atau tidak untuk dikonsumsi masyarakat.

Kepala BPOM Bengkulu Drs Sfafrudin T, A.Pt, M.Si mengatakan, dari 44 sampel yang diambil tidak ditemukan makanan atau minuman yang mengandung bahan tambahan pangan yg dilarang atau berbahaya seperti pewarna, pengawet, zat boraks, formalin serta zat pewarna tekstil.

“Sampel takjil yang kita ambil tadi beragam, mulai dari yang manis hingga gorengan. Hasilnya takjil di Bengkulu Selatan aman dari zat berbahaya,” ungkap Sfafrudin, usai melakukan pemeriksaan.

Pengujian dilakukan lantaran penggunaan zat tambahan pangan berbahaya tidak bisa dilihat dengan kasat mata. Tetapi harus memalui uji laboratorium. Namun jika berdasarkan ciri – ciri biasanya kalau untuk formalin dengan bahan yang normal, biasanya mie akan lebih awet dan tidak lengket. Sama dengan bakso, jika mengandung boraks akan bertekstur kenyal. Begitu juga dengan takjil yang mengandung pewarna Rhodamin B, warnanya akan lebih mencolok dan warnanya juga tidak merata.

“Pengujian ini dilakukan untuk melindungi konsumen dari zat berbahaya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bengkulu Selatan, M. Redwan Arif mengimbau masyarakat waspada dengan makanan dan minuman yang dicurigai mengandung zat berbahaya.

“Kalau ada yang dicurigai menjual makanan atau minuman yang mengandung zat berbahaya segera laporkan agar bisa segera ditindaklanjuti,” pungkas Redwan. (MC Bengkulu Selatan)