Home Berita Bupati Ajak Kapolres dan Dandim Basmi Mafia Pupuk Bersubsidi di Bengkulu Selatan

Bupati Ajak Kapolres dan Dandim Basmi Mafia Pupuk Bersubsidi di Bengkulu Selatan

551
0

Bengkulu Selatan – Berbagai permasalahan pupuk bersubsidi di Bengkulu Selatan terus menghantui petani. Kelangkaan pupuk pada saat musim tanam masih ditemukan. Untuk itu, Bupati Bengkulu Selatan, Gusnan Mulyadi mengajak Kapolres dan Komandan Kodim untuk mengusut pemain pupuk bersubsidi di Bengkulu Selatan.

Dalam rapat koordinasi komisi pengawasan pupuk dan pestisida Kabupaten Bengkulu Selatan di aula Dinas Pertanian, Senin (23/12) terungkap beberapa permasalahan pupuk bersubsidi. Diantaranya kelangkaan pupuk pada saat musim tanam padi, harga pupuk bersubsidi melebihi HET serta kuota pupuk subsidi untuk tanaman pangan yang banyak keluar untuk pupuk tanaman perkebunan.

“Ada indikasi disengaja, pada saat petani tanam padi dan butuh pupuk, stok kosong. Giliran petani tidak butuh pupuk lagi, stok ada. Terus pupuk dijual kemana?. Bisa jadi lari ke juragan kebun sawit,” analisa Gusnan.

Ke depannya, Bupati minta kepada Dinas Pertanian agar mengirim surat ke Distributor pupuk, produsen pupuk yang ditembuskan ke Gubernur dan Kementerian Pertanian agar tidak mendistribusikan pupuk bersubsidi kecuali pada saat musim tanam padi.

“Jangan sampai kejadian seperti kemarin, Bulan November musim kemarau, pupuk didistribusikan, sampai kuota habis. Sementara November itu musim kemarau, tidak ada petani tanam padi. Terus, pupuknya kemana coba?,” tanya Bupati.

Ke depannya, Bupati mengusulkan agar pembelian pupuk subsidi di kios dengan menggunakan kartu tani. Sehingga bisa meminimalisir terjadinya pembelian pupuk di luar peruntukkan.

“Semoga saja kartu tani bisa segera terealisasi, tolong menjadi perhatian pak Kadis Pertanian,” jelas Bupati.

Ke depan, Gusnan juga minta agar dalam menyusun rencana kebutuhan pupuk, Kelompok Tani Perkebunan juga seharusnya mengajukan RDKK Kebutuhan pupuk. Sehingga diketahui, berapa kebutuhan real pupuk di Kabupaten Bengkulu Selatan, baik untuk tanaman pangan maupun perkebunan.

Sementara itu, Kapolres Bengkulu Selatan, AKBP Deddy Nata mengaku akan membentuk tim khusus untuk melakukan pengecekan permasalahan pupuk bersubsidi.

“Kalau ada potensi penyalahgunaan pupuk bersubsidi, sampaikan ke kami. Bisa juga sampaikan ke Babinsa, Bhabinkamtibmas. Begitu kami menemukan ada kecurangan, kami pastikan akan ditindak sesuai aturan,” tegas Kapolres. (MC Bengkulu Selatan)