Home Berita Sawah Terancam Gagal Panen, Petani Ngadu ke Bupati

Sawah Terancam Gagal Panen, Petani Ngadu ke Bupati

370
0

Bengkulu Selatan – Lantaran sawah yang dikelola teracanm gagal panen. Sejumlah petani di Desa Maras dan Keban Jati Kecamatan Air Nipis mendatangi rumah Dinas Bupati Bengkulu Selatan, Senin (30/12/2019).

Sayangnya, kedatangan perwakilan petani didampingi Kasi Pelayanan Desa Maras ke rumah orang nomor satu di Bengkulu Selatan tersebut tidak membuahkan hasil lantaran Bupati Gusnan Mulyadi sedang tugas luar daerah.

“Kami mau ngadu karena saat ini di Desa Maras dan Keban Jati tepatnya di Hamparan Pelilihan sedang mengalami kekeringan. Tadi sudah kami telepon pak Bupatinya. Dan pak Bupati rencananya mau turun langsung melihat kondisi hamparan sawah disana,” ujar Ketua Kelompok Seri Mekar, Desa Keban Jati, Salinuddin.

Dia menyebut ada seluas 250 hektar sawah di Desa Maras dan Keban Jati Kecamatan Air Nipis yang kekeringan. Sawah dikelola oleh 13 Kelompok Tani (Poktan) dari dua desa tersebut.

“Yang kami tahu penyebabnya saluran air dari irigasi tidak normal lantaran ada papakan (dam) di saluran irigasi sepanjang sekitar 3 kilometer yang dibuat oleh petani kolam air deras,” beber Salinuddin.

Saat ini, lanjutnya, sekitar 250 hektar sawah di dua desa tersebut tidak dikelola oleh petani lantaran khawatir mengalami gagal panen jika tetap dipaksakan untuk dikelola.

“Kami harap permasalahan ini dapat diselesaikan oleh pemerintah daerah. Khususnya kepada pak Bupati,” harapnya.

Sementara itu, Kasi Pelayanan Desa Maras, Kecamatan Air Nipis, Basiril memebenarkan adanya permasalahan tersebut. Dia mengaku pihaknya sudah berkoordinasi kepada pihak kecamatan untuk dicarikan solusi permasalahan antara petani sawah dan kolam air deras di dua desa tersebut.

“Sudah kami koordinasikan dan cek didampingi unsur Tripika Air Nipis. Namun, belum ada solusinya,” sebut Basiril.

Terpisah, Bupati Bengkulu Selatan, Gusnan Mulyadi ketika dihubungi membenarkan adanya petani yang mengalami kekeringan di sawah yang dikelola.

“Ya tadi ada yang telepon ngadu kalau kekeringan sawahnya karena saluran air di irigasi tidak normal. Rencananya besok, Selasa (31/12/2019), kita akan turun langsung melihat apa sebenarnya permasalahannya,” pungkas Bupati. (MC Bengkulu Selatan)