Home Berita Survey Menunjukkan 50% Lebih Masyarakat Menilai Program Pemda BS Baik/Cukup Baik

Survey Menunjukkan 50% Lebih Masyarakat Menilai Program Pemda BS Baik/Cukup Baik

118
0

Bengkulu Selatan – Sebagai bahan evuasi dalam pelaksanaan pembangunan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappeda) Litbang melakukan Evaluasi dan Penilaian Masyarakat terhadap Program Prioritas Pemerintah Daerah.

Untuk melihat penilaian masyarakat, Bappeda menggandeng lembaga independen untuk melakukan survey dan penelitian terkait Evaluasi dan Penilaian Masyarakat terhadap Program Prioritas Pemerintah Daerah. Dalam hal ini melibatkan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Quraniyah (STITQ).

Disampaikan Kepala Bappeda dan Litbang Bengkulu Selatan, Sukarni, berdasarkan evaluasi dan penilaian masyarakat, mayoritas masyaralat memberikan nilai Cukup dan Baik untuk program prioritas daerah. Seperti bidang peternakan, BOSDa dan Jaminan Kesehatan Daerah.

Hal tersebut disampaikannya pada saat Rapat Koordinasi Pembangunan triwulan III tahun 2020 di Aula Bappeda dan Litbang Bengkulu Selatan, Kamis (23/7/2020).

Disampaikan Sukarni, pada sektor asuransi kesehatan atau Jamkesda, hasil evalaluasi dan penilaian masyarakat menunjukkan 6 persen sangat baik, 37 persen baik, 32 persen cukup baik, 5 persen tidak tahu dan hanya 3 persen yang menilai sangat kurang.

Untuk sektor pendidikan, Program Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDa), 27 persen masyarakat menilai baik, 5 persen sangat baik, 36 persen cukup baik, 20 persen kurang baik, 3 persen sangat kurang dan 8 persen tidak tahu.

Sedangkan untuk program peternakan, 5 persen masyarakat menilai sangat baik, 30 persen Baik, 25 persen cukup baik, 21 persen kurang baik, 12 persen sangat kurang dan 7 persen tidak tahu.

Sementara untuk program Bus Sekolah, 7 persen menilai sangat baik, 25 persen masyarakat menilai baik, 27 persen cukup baik, kurang baik 26 persen, 7 persen sangat kurang dan 7 persen tidak tahu.

“Data dari penelitian STIT Quraniyah, menyebut bahwa mayoritas masyarakat menilai cukup baik. Total yang memberikan nilai CUKUP dan memberikan nilai BAIK angkanya di atas 50 persen,” urai Sukarni.

Sementara itu, Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi meminta kepada seluruh OPD agar menjadikan penilaian masyarakat tersebut sebagai bahan untuk melakukan evaluasi.

“Kita jangan hanya melihat yang menilai baik, sangat baik dan cukup baik. Tapi kita lihat penilaian masyarakat yang memberikan nilai sangat kurang baik ataupun tidak tahu. Ini harus kita kaji, agar program kita baik BOSDa, Jamkesda, Bus Sekolah dan peternakan bisa direalisasikan dengan baik dan diterima masyarakat dengan baik pula,” tegas Gusnan.

Selaib program di atas, Bupati juga meminta agar dilakukan evaluasi dan memantau program replanting kelapa sawit yang saat ini sedang berjalan.

“Minat masyarakat akan replanting semakin tinggi, yang ikut daftar sudah seribu Hektar lebih. Kita harus evaluasi program ini dengan rutin, berikan ruang kepada masyarakat untuk memberikan masukan dan evaluasi, agar program ini berjalan dengan baik,” harap Gusnan.

Ke depannya, Bupati meminta evaluasi dan penilaian masyarakat ini dilakukan secara rutin.

“Ini baik sebagai bahan instropeksi bagi pemerintah daerah, agar kita tahu apa yang salah dan apa yang mesti diperbaiki. Bila perlu setiap OPD juga membuat penelitian tentang persepsi masyarakat terkair kinerja masing-masing OPD. Bisa melibatkan mahasiswa, akdemisi, peneliti, kita punya STIT, ada juga UNIB yang bisa dilibatkan,” demikian Gusnan. (MC Bengkulu Selatan)